Pengelola hotel dan villa di wilayah favorit wisatawan seperti Ubud, Sanur dan Canggu biasanya sudah pasti menyediakan koneksi Wifi. Koneksi yang disediakan pun bukan kualitas sembarangan, rata-rata memiliki wifi dengan koneksi yang cepat dan stabil agar tidak mengganggu kenyamanan para tamu.

Tapi, tahukah Anda bahwa membangun infrastruktur Wifi untuk hotel itu bukanlah perkara mudah? Beberapa hal yang perlu diperhatikan biasanya mencakup perangkat yang digunakan, jumlah perangkat yang diperlukan, posisi perangkat, manajemen bandwidth hingga konfigurasi.

Ada hotel dengan letak kamar berjajar secara horizontal, membuat luas yang harus dicover oleh Wifi menjadi sangat besar. Selain hotel, villa juga biasanya memiliki kendala yang sama yaitu area yang harus dicover oleh Wifi menjadi luas namun harus tetap merata.

Sementara itu, beberapa hotel memiliki desain gedung dimana kamar-kamar bersusun secara vertikal. Kendala yang dihadapi tentu berbeda yaitu sinyal wifi harus tetap merata di setiap lantai pada hotel dengan desain seperti ini.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara membangun infrastruktur wifi untuk hotel?

Memilih Perangkat yang Tepat

Ada banyak sekali produsen dari perangkat jaringan wireless, misalnya MikroTik, Ubiquiti dan Ruckus. Hal yang sulit adalah memilih perangkat mana yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika membeli yang terlalu ‘lemah’ dalam memancarkan sinyal, maka kita akan dirugikan karena harus membeli perangkat tambahan.

Memilih perangkat wifi yang tepat untuk hotel bukan hanya sekedar memilih perangkat yang memancarkan sinyal kuat, tapi seberapa tangguh perangkat tersebut menghadapi kendala seperti cuaca (untuk perangkat yang diletakkan di luar ruangan).

Memposisikan Perangkat sesuai Kebutuhan

Memposisikan perangkat jaringan di posisi yang tepat bukanlah perkara mudah. Bisa saja Anda sudah memiliki desain jaringan sejak awal dan rencana untuk meletakkan masing-masing perangkat, tapi ternyata setelah dipasang, sinyalnya tidak bisa mencakup semua area yang diinginkan.

Hal ini biasanya bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti tembok beton yang jauh lebih tebal dari perkiraan, adanya gangguan interferensi gelombang dari perangkat lain hingga perangkat yang ternyata tidak sekuat yang kita perkirakan.

Memposisikan perangkat ini juga termasuk memilih untuk meletakkannya di dalam atau luar ruangan dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki masing-masing pilihan.

Mengatur Bandwidth dan Melakukan Konfigurasi

Setelah dipasang dan menyala, jaringan Wifi memang bisa langsung digunakan untuk terkoneksi ke internet. Tapi, manajemen hotel yang cerdas tentu tidak mau begitu saja membiarkan setiap tamu terhubung dengan jaringan mereka tanpa adanya tambahan keamanan dan pengaturan.

Hal pertama yang biasanya diatur adalah mengatur batas bandwidth untuk masing-masing perangkat yang terhubung. Tujuannya? Agar saat tamu yang menginap sedang ramai maupun sepi, setiap tamu mendapatkan koneksi yang adil. Tambahan keamanan juga diperlukan agar tidak ada orang tidak bertanggung jawab yang mencoba melakukan kejahatan pada tamu yang sedang menginap di hotel.

Semuanya terasa begitu rumit? Membangun infrastruktur wifi untuk hotel maupun villa memang perkara mudah, belum lagi dipusingkan dengan memilih ISP yang tepat sebagai penyedia jaringan internet. Karena itu, ada baiknya menyewa jasa konsultan IT saat akan membangun infrastruktur jaringan Anda.

Jika di Bali, salah satu pilihan Anda adalah CometSoul yang sudah berpengalaman lebih dari 7 tahun dalam membantu banyak usaha termasuk hotel dan villa dalam infrastruktur jaringan dan wifi mereka.