Ransomware Petya Diduga Senjata “Cyber” Perusak

Pemasaran Digital

Pemasaran Digital Kembangkan brand Anda dan jangkau audiens yang tepat dengan strategi pemasaran berbasis data. Kami membantu Anda membuat kampanye yang menghasilkan konversi, mengelola media sosial s…

Wifi Managed Service

Kerja Sama Operasional Internet & WiFi

Layanan Kelola Wi-Fi Bangun Wi-Fi yang cepat, stabil, dan aman untuk bisnis Anda tanpa biaya penyusutan. Wi-Fi Tamu Kelas Enterprise dengan Biaya Perangkat Awal Rp 0. Kami menyediakan, menginstal, dan…

Konsultasi IT

Konsultasi IT Dapatkan panduan ahli untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam pengembangan bisnis Anda.Kami membantu Anda menemukan solusi IT yang tepat, mengoptimalkan infrastruktur, serta mema…

System Integrator

Sistem Bisnis Terintegrasi

Sistem Bisnis Terintegrasi Permudah operasional harian Anda dengan sistem cerdas yang mengotomatiskan pemesanan, jadwal, dan tugas rutin sehingga Anda bisa lebih fokus mengembangkan bisnis.Kami memban…

Layanan Kelola Teknologi Informasi

Layanan Kelola Teknologi Informasi Pastikan teknologi bisnis Anda berjalan lancar, mulai dari perangkat yang digunakan setiap hari hingga sistem yang mendukung seluruh operasional.Kami menyediakan lay…

Karir

Karir | Bergabung CometSoul Kami adalah startups yang bergerak di bidang Computer Network and Security, Wireless Fidelity (wifi), Jaringan Lokal and Load Balancing. Klien sebagian besar berlokasi di B…

Testimoni

Testimoni

Layanan

Temukan Layanan yang Sesuai dengan Kebutuhan Anda

Manajemen Pemesanan

Manajemen Pemesanan Kami membantu Anda membangun sistem pemesanan yang terintegrasi dan mudah digunakan, semua reservasi tersinkronisasi secara otomatis, tanpa risiko double booking atau kekacauan jad…

 

Setelah WannaCry, ransomware baru yang disebut sebagai “Petya” pekan lalu melancarkan serangan global dan melumpuhkan komputer-komputer di sejumlah perusahaan besar.

Serangan terparah terjadi di Ukraina. Sebagian infrastruktur penting negeri ini menjadi korban, termasuk perbankan, bandara, kereta api, bahkan juga reaktor nuklir Chernobyl yang dibuat terpaksa beralih ke sistem manual untuk pendeteksian radiasi.

Petya lebih canggih dan mematikan dibandingkan WannaCry. Ransomware baru tersebut bukan hanya mampu mengunci file target di harddisk dengan enkripsi seperti WannaCry, tapi juga bisa mengenkripsi partition table NTFS sehingga komputer tidak bisa booting ke sistem operasi.

Komputer juga dipaksa crash dan reboot agar pengguna tak bisa memakainya sebelum membayar tebusan yang diminta, yakni sebesar 300 dollar AS dalam bentuk mata uang virtual Bitcoin.

Layaknya program jahat jenis ransomware, Petya “menyandera” komputer dengan kunci enkripsi dan meminta sejumlah uang tebusan pada korban apabila mau kembali mengakses perangkatnya.

Motif dari penjahat cyber pembuat ransomware biasanya adalah untuk mencari uang. Tapi apakah Petya benar-benar ditujukan sebagai pendulang untung? Apakah ia sungguh-sungguh ransomware atau program jahat jenis lain yang lebih mengerikan?

Tak niat cari uang

Sejumlah perusahaan besar seperti FedEx, Merck, AP Moller-Maersk, dan Cadbury menjadi korban Petya. Keempat perusahaan ini punya valuasi gabungan senilai 130 miliar dollar AS sehingga pasti tak masalah untuk membayar uang tebusan 300 dollar AS per komputer seperti yang diminta.

Petya pun pasti bisa mengumpulkan sejumlah besar uang bukan? Ternyata tidak juga. Dalam dua hari semenjak awal penyebarannya Selasa pekan lalu, Petya hanya berhasil mendulang tebusan senilai 10.000 dollar AS.

Jumlah tersebut sangat kecil dibandingkan ransomware lain, seperti misalnya yang menyerang perusahaan penyedia layanan internet Nayana di Korea Selatan awal Juni lalu dan berhasil memeras tebusan sebesar 1,6 juta dollar AS.

Kenapa jumlah tebusan yang dikumpulkan Petya hanya sedikit? Pembuat ransomware ini terkesan tidak niat mencari uang. Metode pembayarannya ribet.

Alamat e-mail tunggal yang dijadikan kontak untuk membayar tebusan telah ditutup sejak Petya mulai banyak diberitakan. Dompet Bitcoin untuk penampung tebusan pun hanya berjumlah satu akun, bukan dibuat banyak untuk masing-masing korban supaya bisa mengetahui korban mana yang sudah membayar .

Kalaupun tebusan dibayar, peneliti keamanan dari Kaspersky menyebutkan bahwa Petya sebenarnya tak akan mengembalikan file karena pembuatnya sejak awal memang tidak berniat melakukan dekripsi.

 

Sumber : http://tekno.kompas.com/read/2017/07/03/12122907/ransomware.petya.diduga.senjata.cyber.perusak