Celah Keamanan Claude Code Bisa Picu RCE dan Kebocoran API Key

Pemasaran Digital

Pemasaran Digital Kembangkan brand Anda dan jangkau audiens yang tepat dengan strategi pemasaran berbasis data. Kami membantu Anda membuat kampanye yang menghasilkan konversi, mengelola media sosial s…

Wifi Managed Service

Kerja Sama Operasional Internet & WiFi

Layanan Kelola Wi-Fi Bangun Wi-Fi yang cepat, stabil, dan aman untuk bisnis Anda tanpa biaya penyusutan. Wi-Fi Tamu Kelas Enterprise dengan Biaya Perangkat Awal Rp 0. Kami menyediakan, menginstal, dan…

Konsultasi IT

Konsultasi IT Dapatkan panduan ahli untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam pengembangan bisnis Anda.Kami membantu Anda menemukan solusi IT yang tepat, mengoptimalkan infrastruktur, serta mema…

System Integrator

Sistem Bisnis Terintegrasi

Sistem Bisnis Terintegrasi Permudah operasional harian Anda dengan sistem cerdas yang mengotomatiskan pemesanan, jadwal, dan tugas rutin sehingga Anda bisa lebih fokus mengembangkan bisnis.Kami memban…

Layanan Kelola Teknologi Informasi

Layanan Kelola Teknologi Informasi Pastikan teknologi bisnis Anda berjalan lancar, mulai dari perangkat yang digunakan setiap hari hingga sistem yang mendukung seluruh operasional.Kami menyediakan lay…

Karir

Karir | Bergabung CometSoul Kami adalah startups yang bergerak di bidang Computer Network and Security, Wireless Fidelity (wifi), Jaringan Lokal and Load Balancing. Klien sebagian besar berlokasi di B…

Testimoni

Testimoni

Layanan

Temukan Layanan yang Sesuai dengan Kebutuhan Anda

Manajemen Pemesanan

Manajemen Pemesanan Kami membantu Anda membangun sistem pemesanan yang terintegrasi dan mudah digunakan, semua reservasi tersinkronisasi secara otomatis, tanpa risiko double booking atau kekacauan jad…

Peneliti keamanan siber mengungkap sejumlah kerentanan serius pada Claude Code, asisten coding berbasis AI dari Anthropic. Bug ini berpotensi menyebabkan remote code execution (RCE) serta pencurian kredensial API ketika developer membuka repository yang tidak tepercaya.

Menurut laporan dari Check Point, celah ini memanfaatkan berbagai mekanisme konfigurasi seperti Hooks, Model Context Protocol (MCP) server, dan environment variable. Dalam skenario serangan, penyerang cukup menanamkan konfigurasi berbahaya di repository. Ketika korban melakukan clone dan membuka project, Claude Code dapat menjalankan perintah shell secara otomatis dan mengirimkan Anthropic API key ke server milik attacker.

Para peneliti mengelompokkan temuan ini ke dalam tiga kerentanan utama. Pertama, bug tanpa CVE (CVSS 8.7) memungkinkan bypass persetujuan user melalui file .claude/settings.json, yang dapat berujung pada eksekusi kode arbitrer; celah ini sudah diperbaiki di versi 1.0.87. Kedua, CVE-2025-59536 (CVSS 8.7) memungkinkan eksekusi perintah shell otomatis saat inisialisasi tool dari direktori tidak tepercaya; patch tersedia di versi 1.0.111. Ketiga, CVE-2026-21852 (CVSS 5.3) memungkinkan repository berbahaya mengekfiltrasi data sensitif termasuk API key; masalah ini ditambal pada versi 2.0.65.

Dalam beberapa kasus, hanya dengan membuka repository yang telah dipersiapkan penyerang, Claude Code bisa mengirim request API ke endpoint berbahaya sebelum prompt kepercayaan muncul. Dampaknya tidak main-main: attacker dapat mengakses file proyek, memodifikasi data cloud, menyisipkan konten berbahaya, hingga memicu biaya API tak terduga.

Kasus ini menegaskan perubahan besar pada model ancaman di era AI. Jika dulu risiko utama adalah menjalankan kode tidak tepercaya, kini sekadar membuka project pun bisa berbahaya, karena file konfigurasi ikut menjadi bagian dari lapisan eksekusi.

Tips mitigasi: selalu update Claude Code ke versi terbaru, hindari membuka repository dari sumber tidak dikenal, dan audit konfigurasi MCP serta hooks sebelum menjalankan project.

Source: https://thehackernews.com/2026/02/claude-code-flaws-allow-remote-code.html