Pemasaran Digital
Pemasaran Digital Kembangkan brand Anda dan jangkau audiens yang tepat dengan strategi pemasaran berbasis data. Kami membantu Anda membuat kampanye yang menghasilkan konversi, mengelola media sosial s…
make IT easy

Pemasaran Digital Kembangkan brand Anda dan jangkau audiens yang tepat dengan strategi pemasaran berbasis data. Kami membantu Anda membuat kampanye yang menghasilkan konversi, mengelola media sosial s…
Layanan Kelola Wi-Fi Bangun Wi-Fi yang cepat, stabil, dan aman untuk bisnis Anda tanpa biaya penyusutan. Wi-Fi Tamu Kelas Enterprise dengan Biaya Perangkat Awal Rp 0. Kami menyediakan, menginstal, dan…
Konsultasi IT Dapatkan panduan ahli untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam pengembangan bisnis Anda.Kami membantu Anda menemukan solusi IT yang tepat, mengoptimalkan infrastruktur, serta mema…
Sistem Bisnis Terintegrasi Permudah operasional harian Anda dengan sistem cerdas yang mengotomatiskan pemesanan, jadwal, dan tugas rutin sehingga Anda bisa lebih fokus mengembangkan bisnis.Kami memban…
Layanan Kelola Teknologi Informasi Pastikan teknologi bisnis Anda berjalan lancar, mulai dari perangkat yang digunakan setiap hari hingga sistem yang mendukung seluruh operasional.Kami menyediakan lay…
Karir | Bergabung CometSoul Kami adalah startups yang bergerak di bidang Computer Network and Security, Wireless Fidelity (wifi), Jaringan Lokal and Load Balancing. Klien sebagian besar berlokasi di B…
Testimoni
Temukan Layanan yang Sesuai dengan Kebutuhan Anda
Manajemen Pemesanan Kami membantu Anda membangun sistem pemesanan yang terintegrasi dan mudah digunakan, semua reservasi tersinkronisasi secara otomatis, tanpa risiko double booking atau kekacauan jad…

RabbitMQ adalah message broker yang banyak dipakai oleh aplikasi modern. Tool ini membantu sistem saling mengirim pesan secara cepat dan teratur. Namun, dua celah keamanan baru ditemukan pada RabbitMQ. Celah ini dapat membocorkan data penting dan membuka risiko pada sistem messaging perusahaan. Dua celah tersebut adalah CVE-2026-57219 dan CVE-2026-57221. Keduanya berkaitan dengan access control. Masalah ini penting karena RabbitMQ sering dipakai di sistem bisnis, SaaS, microservices, dan layanan internal perusahaan.
RabbitMQ adalah layanan message broker. Fungsinya adalah mengatur pengiriman pesan antar aplikasi.
Sebagai contoh, aplikasi e-commerce bisa memakai RabbitMQ untuk memproses pesanan. Sistem pembayaran, notifikasi, dan gudang dapat saling bertukar pesan melalui queue.
Dengan RabbitMQ, proses kerja antar sistem menjadi lebih rapi. Namun, jika aksesnya tidak aman, data internal bisa ikut terbuka.
Karena itu, keamanan RabbitMQ perlu dijaga dengan serius.
Dua celah ini berbahaya karena menyentuh bagian access control. Artinya, masalah terjadi pada cara RabbitMQ membatasi akses pengguna.
Jika access control gagal, pengguna yang tidak berhak bisa melihat data yang seharusnya terbatas. Bahkan, dalam kondisi tertentu, penyerang bisa mendapatkan OAuth client secret.
OAuth client secret adalah kredensial penting. Jika bocor, penyerang bisa memakainya untuk mendapatkan token dan mengambil alih broker.
Selain itu, celah lain dapat membuka metadata queue. Metadata ini mungkin tidak berisi isi pesan, tetapi tetap bisa membocorkan informasi bisnis.
CVE-2026-57219 adalah celah dengan skor CVSS 8.7. Celah ini berkaitan dengan endpoint lama pada HTTP API RabbitMQ.
Endpoint tersebut adalah GET /api/auth. Pada konfigurasi tertentu, endpoint ini dapat membocorkan OAuth client secret.
Risikonya besar. Jika penyerang mendapatkan secret tersebut, mereka bisa menukarnya menjadi token admin.
Setelah itu, penyerang berpotensi menguasai pesan, queue, user, dan pengaturan broker.
Namun, tidak semua instalasi RabbitMQ terdampak. Risiko ini berlaku pada instalasi yang memakai OAuth 2 dengan konfigurasi management.oauth_client_secret.
CVE-2026-57221 memiliki skor CVSS 5.3. Celah ini terjadi karena authorization check yang tidak lengkap.
Masalahnya ada pada operasi passive queue declaration dan passive exchange declaration.
Pengguna yang sudah login dapat melihat nama queue dan exchange di virtual host tertentu. Bahkan, hal ini bisa terjadi meskipun izin pengguna sangat terbatas.
Selain itu, pengguna dapat melihat jumlah pesan dan jumlah consumer pada queue. Informasi ini bisa terlihat sederhana, tetapi tetap sensitif.
Misalnya, queue bernama orders, payments, atau transactions dapat menunjukkan aktivitas bisnis. Jumlah pesan juga bisa memberi gambaran tentang volume transaksi dan backlog.
Celah ini sangat penting untuk lingkungan multi-tenant. Dalam sistem seperti ini, beberapa aplikasi atau pelanggan bisa berbagi satu infrastruktur RabbitMQ.
Jika batas antar tenant lemah, satu tenant bisa melihat metadata milik tenant lain. Ini dapat membocorkan struktur internal sistem.
Selain itu, attacker dapat memakai informasi tersebut untuk reconnaissance. Mereka bisa memetakan queue, exchange, dan alur kerja aplikasi.
Dengan kata lain, metadata juga bisa menjadi bahan untuk serangan lanjutan.
Celah ini berdampak pada release RabbitMQ mulai dari versi 3.13.0 dan versi setelahnya.
Perbaikan sudah tersedia pada RabbitMQ 4.3.0, 4.2.6, 4.1.11, 4.0.20, dan 3.13.15.
Karena itu, organisasi yang memakai RabbitMQ perlu segera mengecek versi yang berjalan.
Jika masih memakai versi terdampak, update harus menjadi prioritas. Terutama jika management interface dapat diakses dari jaringan yang tidak dipercaya.
Menurut laporan, belum ada bukti eksploitasi aktif sebelum celah ini dipublikasikan.
Namun, risiko tetap perlu dianggap serius. Setelah detail celah tersedia, penyerang dapat mencoba mencari sistem yang belum diperbarui.
Selain itu, RabbitMQ sering berada di tengah alur data penting. Jadi, kebocoran akses atau metadata bisa berdampak besar pada operasi bisnis.
Langkah utama adalah update RabbitMQ ke versi yang sudah diperbaiki. Ini adalah cara paling aman untuk menutup celah.
Setelah itu, rotasi OAuth client secret jika management interface pernah terbuka ke internet atau jaringan tidak terpercaya.
Selain itu, batasi akses ke port 15672. Port ini biasa digunakan untuk RabbitMQ Management UI.
Gunakan firewall, VPN, atau allowlist IP. Jangan biarkan management interface terbuka untuk publik.
Untuk instalasi yang belum bisa langsung di-update, blokir akses ke endpoint rentan. Selain itu, pisahkan tenant dengan virtual host yang berbeda.
Tim IT perlu membuat daftar semua server RabbitMQ. Setelah itu, cek versi, plugin aktif, dan konfigurasi OAuth.
Selanjutnya, periksa apakah rabbitmq_management plugin aktif. Jika tidak dibutuhkan, lebih baik nonaktifkan.
Selain itu, audit user dan permission pada setiap virtual host. Pastikan setiap aplikasi hanya punya akses sesuai kebutuhan.
Log akses juga perlu diperiksa. Cari request mencurigakan ke endpoint management API atau aktivitas login yang tidak biasa.
Dua celah RabbitMQ ini menunjukkan bahwa access control sangat penting dalam sistem messaging.
CVE-2026-57219 dapat membocorkan OAuth client secret pada konfigurasi tertentu. Sementara itu, CVE-2026-57221 dapat membuka metadata queue kepada pengguna yang tidak seharusnya melihatnya.
Karena itu, organisasi perlu segera update RabbitMQ. Selain patching, batasi akses management UI, rotasi secret, dan audit permission.
Pada akhirnya, keamanan RabbitMQ bukan hanya soal menjaga isi pesan. Metadata, kredensial, dan konfigurasi akses juga harus dilindungi.
Source: https://thehackernews.com/2026/07/rabbitmq-flaws-could-leak-oauth-secrets.html