Pemasaran Digital
Pemasaran Digital Kembangkan brand Anda dan jangkau audiens yang tepat dengan strategi pemasaran berbasis data. Kami membantu Anda membuat kampanye yang menghasilkan konversi, mengelola media sosial s…
make IT easy
Pemasaran Digital Kembangkan brand Anda dan jangkau audiens yang tepat dengan strategi pemasaran berbasis data. Kami membantu Anda membuat kampanye yang menghasilkan konversi, mengelola media sosial s…
Layanan Kelola Wi-Fi Bangun Wi-Fi yang cepat, stabil, dan aman untuk bisnis Anda tanpa biaya penyusutan. Wi-Fi Tamu Kelas Enterprise dengan Biaya Perangkat Awal Rp 0. Kami menyediakan, menginstal, dan…
Konsultasi IT Dapatkan panduan ahli untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam pengembangan bisnis Anda.Kami membantu Anda menemukan solusi IT yang tepat, mengoptimalkan infrastruktur, serta mema…
Sistem Bisnis Terintegrasi Permudah operasional harian Anda dengan sistem cerdas yang mengotomatiskan pemesanan, jadwal, dan tugas rutin sehingga Anda bisa lebih fokus mengembangkan bisnis.Kami memban…
Layanan Kelola Teknologi Informasi Pastikan teknologi bisnis Anda berjalan lancar, mulai dari perangkat yang digunakan setiap hari hingga sistem yang mendukung seluruh operasional.Kami menyediakan lay…
Karir | Bergabung CometSoul Kami adalah startups yang bergerak di bidang Computer Network and Security, Wireless Fidelity (wifi), Jaringan Lokal and Load Balancing. Klien sebagian besar berlokasi di B…
Testimoni
Temukan Layanan yang Sesuai dengan Kebutuhan Anda
Manajemen Pemesanan Kami membantu Anda membangun sistem pemesanan yang terintegrasi dan mudah digunakan, semua reservasi tersinkronisasi secara otomatis, tanpa risiko double booking atau kekacauan jad…

Indonesia akan belajar dari Korea Selatan dalam mengembangkan fixed broadband atau pita lebar (menggunakan kabel) guna memudahkan akses internet di Tanah Air. Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, Rudiantara, telah meminta Direktur Pengembangan Pita Lebar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Benyamin Sura, untuk mempelajari tentang hal itu dari pengalaman Korea Selatan atau Korsel.
“Saya telah minta Pak Ben (Benyamin Sura) belajar dari Korea. Datang ke Seoul untuk belajar bagaimana mengembangkan fixed broadband.Mobile broadband kita sudah ok, paling tidak di Jawa. Di luar Jawa kita masih pusing karena backbone (infraktruktur dasar untuk itu) tidak ada,” kata Rudiantara kepada wartawan di sela-sela acara ITU Telecom Wolrd 2017 di Busan, Senin (25/9/2017).
Dia mengatakan, Indonesia perlu belajar dari Korsel karena negara ini memiliki koneksi internet tercepat di dunia saat ini.
“Kita belajar dari Korea. Mengapa? Korea itu (koneksi internetnya) nomor satu di dunia. Kalau mobile broadband kita tidak kalah, apalagi di Jakarta. Tapi fixed broadband kita kalah,” kata dia.
Rudiantara meragukan alasan bahwa Indonesia kalah karena negara kepulauan, sementara Korsel tidak. Soalnya, di pulau Jawa saja kondisinya tetap kalah jauh dibanding Korsel.
Dari laporan yang dipublikasikan Akamai tahun 2014, koneksi internet Korsel sudah yang paling cepat dengan kecepatan rata-rata 24,6 Mbps. Di belakang Korsel ada Hongkong, Swis, Jepang, dan Belanda.
Tahun 2017, dari laporan OpenSignal, Korsel tetap sebagai yang tercepat dengan kecepatan rata-rata 37,5 Mbps. Posisi berikutnya ditempati Norwegia (34,8 Mbps), Hungaria (31 Mbps), Singapura (30,05 Mbps), dan Australia (26,25 Mbps).
Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia berada di urutan ke 80 dengan kecepatan rata-rata 4,72 Mbps.
Benyamin Sura di tempat yang sama mengatakan, dia telah bertemu sejumlah pihak di Korsel, antara lain dengan operator Korea Telecom (KT), untuk menjajaki kerja sama.
“Saya telah bertemu pihak Korea di Seoul. Sebetulnya persoalan kita adalah fixed broadband. Ini untuk di daerah urban,” kata Benyamin.
Menurut Benyamin, target pengembangkan fixed broadband adalah di daerah-daerah perkotaan yang punya potensi ekonomi cukup bagus tetapi belum ada jaringan internetnya.
“Saya cari daerah yang punya potensi. Fixed broadband itu punya kemampuan sangat tinggi, kualitasnya sangat bagus dibanding seluler. Lebih murah tapi lebih bagus,” ujar Benyamin.